Auditory Steady State Response (ASSR)

Posted: November 17, 2010 in artikel, INFO, Tunarungu
Tags:

Memperkirakan ambang batas pendengaran menggunakan pengukuran elektrofisiologi pada bayi, anak-anak dan pasien yang sulit untuk dites, adalah tugas yang menantang. ABR sudah digunakan untuk pengukuran elektrofisiologi sejak 30 tahun yang lalu. Bagaimanapun juga, ada beberapa keterbatasan dalam ketelitian dan derajat gangguan pendengaran yang dapat diperkirakan.

ASSR adalah yang diperoleh dengan pengaturan nada yang dapat digunakan untuk memperkirakan kepekaan pendengaran pasien di semua usia. Hal ini akan menghasilkan perkiraan ambang dengar di frekwensi tertentu, dan disebut “Estimated Audiogram”.

Sistem ASSR memberikan informasi ambang dengar pada frekwensi yang spesifik dalam bentuk sebuah audiogram yang merupakan suatu alat untuk mempermudah keberhasilan fitting alat bantu dengar. Keuntungan lain yang lebih daripada ABR adalah dapat bekerja dengan waktu yang lebih efisien selama megukur ambang dengar untuk frekwensi yang berbeda secara serentak.

Meskipun ASSR diakui secara luas sebagai perkiraan ambang dengar dengan standar baru tetap saja harus SELALU di periksa lagi dengan metode tes lain seperti Auditory Brainstem Response, Otoacoustic Emissions, Tympanometry, Acoustic Reflex dan Visual Reinforcement Audiometry.

 

sumber : ABDI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s