Natural Auditory Oral (NAO)

Posted: November 16, 2010 in artikel, AVT, INFO, pedoman, Tunarungu
Tags: , , , , , ,

Ada banyak pendekatan yang digunakan untuk anak dengan gangguan pendengaran. Dan ada banyak perbedaan yang dihasilkan karena perbedaan pendekatan yang digunakan pada saat gangguan pendengaran terdeteksi akan memiliki efek jangka panjang pada perkembangan anak dan kehidupannya pada masa datang. Oleh karena itu, professional yang pertama berhubungan dengan dengan keluarga yang mencari saran tentang bagaimana penanganan anak dengan gangguan pendengaran  memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk masa depan anak.

Pendekatan ini didasarkan pada keyakinan bahwa, apabila anak dengan gangguan pendengaran berat atau bahkan sangat berat mendengarkan dengan baik, maka kualitas dari bicara mereka kadang mengagumkan bagi para professional yang tidak berpengalaman tentang apa yang akan terjadi apabila kemampuan mendengarnya diaktifkan akan dapat terbangun dengan baik.

Pendekatan ini juga didasarkan pada kenyataan bahwa, hanya 3 % dari anak dengan gangguan pendengaran yang kedua orang tuanya tuna rungu.

Pendekatan ini disebut “natural” karena menyediakan lingkungan bagi anak dengan gangguan pendengaran untuk tahap belajar bahasa sama dengan anak yang dapar mendengar normal. Disebut “auditory” karena menekankan penggunaan pendengaran berapapun sisa pendengaran yang ada dibantu dengan alat Bantu dengar (ABD) atau cochlea implant (CI). Dan “oral” adalah hasil yang didapat anak dari membangun kemampuan bicaranya.

Ketika anak dengan gangguan pendengaran memakai abd, anak tersebut belajar untuk mendengar dan dapat mendengar karakter-karakter dasar dalam bicara. Apabila mereka diberi kesempatan untuk berada di lingkungan yang sama dengan anak yang dapat mendengar normal, mereka akan termotivasi untuk terus memakai abd dan berkembang kemampuan bicaranya, sesuai dengan perkembangan anak-anak normal lainnya.

Pendekatan Natural Auditory Oral adalah lebih kepada gaya hidup daripada metode pendidikan.

SYARAT-SYARAT PENERAPAN NAO :

  1. Memaksimalkan sisa pendengaran sedini mungkin.
  2. Memakai abd yang sesuai atau CI
  3. Menciptakan lingkungan dimana anak berkomunikasi dengan bahasa yang natural.
  4. Lingkungan yang bebas bahasa isyarat.
  5. Orang tua dan terapis focus pada tujuan yang sama, bahwa anak dengan gangguan pendengaran mempunyai kesempatan yang sama dengan anak yang memiliki pendengaran normal untuk membangun bahasanya.

KEBUTUHAN UTAMA ORANG TUA YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN KEMAMPUAN MENDENGAR ANAKNYA :

  1. Yakin bahwa dengan abd anaknya dapat mendengar dan dapat belajar untuk mendengar
  2. Belajar menangani dan merawat abd atau CI milik anaknya, untuk meyakinkan bahwa anaknya dapat mendengar secara efektif pada kedua telinganya
  3. Belajar menciptakan lingkungan untuk mendengar

HAL-HAL YANG HARUS DIHINDARI DALAM PENERAPAN NAO :

  1. Gerakan mulut yang berlebihan
  2. Ekspresi wajah yang berlebihan
  3. Mengarahkan untuk melihat bibir pada saat berbicara – ‘melihat’ untuk ‘mendengar’
  4. Menyentuh anak untuk memanggil namanya atau untuk mendapatkan perhatiannya
  5. Memakai bahasa tubuh yang tidak umum atau memakai bahasa isyarat
  6. Memakai bahasa tubuh yang berlebihan untuk meyakinkan melihat daripada mendengar

Disadur bebas dari :

A PRACTICAL GUIDE TO QUALITY INTERACTION WITH CHILDREN WHO HAVE A HEARING LOSS

BY : MORAG CLARK

sumber  dari  : http://anaktunarungu.multiply.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s