LANGKAH AWAL DAN SEDERHANA MELATIH MENDENGAR DAN BICARA

Posted: March 16, 2008 in artikel, AVT, INFO
Tags: , , ,

Anak-anak yang dapat mendengar pada umumnya perlu untuk mendengar perkataan / percakapan selama satu tahun pertama sebelum dapat mengucapkan atau mengekspresikan kata-kata pertamanya. Anak-anak tuna rungu juga perlu untuk mendengarkan kata-kata / percakapan selama berbulan-bulan sebelum anda dapat mengharapkan anak anda untuk mengerti dan dapat mengucapkannya.

Berikut adalah hal-hal yang perlu anda perhatikan dalam menunjang anak anda dalam belajar mendengar dan berbicara :

1. Memakai alat bantu dengar selama anak anda bangun, sepanjang hari

Memakai alat bantu dengar adalah hal yang sangat penting bagi penyandang tuna rungu. Alat bantu dengar adalah sarana bagi anak tuna rungu untuk berhubungan dengan dunia yang penuh dengan berbagai suara, dan sarana untuk dapat mendengarkan percakapan orang lain.

Anak-anak dapat berbicara karena mereka mendengar. Mereka belajar menirukan ucapan yang mereka dengar. Begitu juga dengan anak tuna rungu. Mereka juga belajar menirukan apa yang mereka dengar. Itulah sebabnya mengapa pemakaian alat bantu dengar sangat penting bagi penyandang tuna rungu.

Apabila anak anda belum mau memakai alat bantu dengar selama anak anda bangun, ini harus menjadi tujuan utama anda. Alat bantu dengar hanya dilepas ketika anak anda tidur atau ketika ia mandi atau melakukan kegiatan yang berhubungan dengan air.

2. Stimulasi untuk melatih pendengaran dan bicara anak anda

Setelah anak anda memakai alat bantu dengar, hal berikutnya yang harus anda lakukan adalah bicara, bicara, dan bicara dengan anak anda. Berapa banyak anda sudah mengajak anak anda bicara ? Seberapa sering anda melibatkan anak anda dalam kegiatan rutin sehari-hari ?

Segala sesuatu yang anda kerjakan, usahakan untuk melibatkan anak anda dalam kegiatan percakapan. Ini akan melatih anak anda untuk mengerti bahwa semua kegiatan selalu dilambangkan dengan percakapan.

Jangan lupa untuk mempelajari dan mencari tahu apa yang menarik bagi anak anda. Ini penting untuk membuat anak anda tetap tertarik dalam tertarik dalam percakapan.

Bicarakan segala kegiatan yang sedang berlangsung. Pada saat sedang makan, sedang memasak, mau pergi, bahkan pada saat menuang air minum. Misalnya :

“Adik mau makan, ya ? Ayo, ambil dulu piringnya.”

“Lihat, Papa sedang minum.”

“Ayo sikat gigi dulu. Sudah mau tidur.”

“Wah, susunya tumpah !”

Jangan lupa, bahwa anak normal mendengar sepanjang hari, berinteraksi dengan orang tua, pengasuh, saudara dan teman-temannya. Perkataan yang dapat mereka ucapkan mereka dapatkan karena terdengar selama berkali-kali. Sedangkan anak tuna rungu, walaupun dengan memakai alat sekalipun, tidak dapat mendengar dengan jernih sehingga tidak dapat belajar dengan mudah. Anak tuna rungu belajar dari kita, orang tuanya, karena kita mengajak mereka bercakap tentang kegiatan kita sehari-hari, tentang mainannya, pakaiannya, dan segala sesuatu yang menarik perhatiannya.

Hal penting lainnya adalah, tanyakanlah kepada anak kita apa yang dia mau. Segeralah memberi respons, apabila dia berusaha untuk menyampaikan / memberitahu sesuatu. Jangan lupa untuk memperbaiki ucapannya, sehingga dia tahu letak kesalahannya. Misalkan :

“Adik mau pakai baju warna putih atau biru ?” (sambil menunjukkan kedua bajunya).

“Bi – u” (Jika anak anda memimilih baju warna biru).

“Oh, Adik mau pakai baju warna biru.” (mencontohkan kalimat yang benar).

Jangan lupa memberi pujian atas ucapannya yang sudah benar.

Kemajuan anak kita juga bergantung kepada seberapa besar stimulasi yang kita berikan. Berikan waktu anda sebanyak mungkin bersamanya, dan libatkanlah dalam segala kegiatan dengan percakapan. Semoga anak-anak kita dapat tumbuh dengan sebaik mungkin.

Comments
  1. mama kinkin says:

    Terima kasih artikelnya membantu.putri saya, kinkin, sekarang sudah 4 tahun 7 bulan.Dia sudah sekolah di sebuah sekolah khusus tuna rungu di Yogyakarta.Sampai sekarang dia belum mau menggunakan ADBnya secara teratur (kecuali di awal-awal masuk sekolah karena teman2nya juga memakainya). Perkembangan bahasa ekspresifnya lebih dari 50 an kata, termasuk kata-kata abstrak seperti maaf, makasih, lupa, cantik dll. Bagaimana tipsnya agar dia mau menggunakan ADB? Selain itu karena disekolahnya juga tidak memberikan terapi wicara dan auditory secara maksimal, apakah bisa juga diberikan kiat-kiat yang bisa dilakukan orang tua seperti saya untuk diterapkan pada Kinkin? terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s