<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dunia Davin</title>
	<atom:link href="http://davinbintang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://davinbintang.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Dec 2008 16:45:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='davinbintang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/02ce0f814628d3f342b68156167db9c4?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dunia Davin</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>10 MITOS ttg ALAT BANTU DENGAR</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/12/13/10-mitos-ttg-alat-bantu-dengar/</link>
		<comments>http://davinbintang.wordpress.com/2008/12/13/10-mitos-ttg-alat-bantu-dengar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 16:45:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>davinbintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ABD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[


Saat ini ada banyak mitos, mitos yunani, mitos romawi, ada juga mitos lokal, nah …. Untuk pertama kalinya  sebuah situs internet yang fokus pada permasalahan pendengaran merilis 10 Mitos paling top mengenai alat bantu dengar.
 
 10 mitos tentang alat bantu dengar
 
Mitos #1          Alat bantu dengar membuat anda tampak semakin tua 

Saat ini industri manufaktur alat bantu dengar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=19&subd=davinbintang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2" valign="top"><span>Saat ini ada banyak mitos, mitos yunani, mitos romawi, ada juga mitos lokal, nah …. Untuk pertama kalinya  sebuah situs internet yang fokus pada permasalahan pendengaran merilis 10 Mitos paling top mengenai alat bantu dengar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span><strong><span>10 mitos tentang alat bantu dengar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Mitos #1          Alat bantu dengar membuat anda tampak semakin tua</span><span> <br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Saat ini industri manufaktur alat bantu dengar telah melewati beberapa dekade proses desain, sehingga sekarang sebuah alat bantu dengar pun akan tampak seperti asesories atau biasa disebut “ear bling” – sebuah alat bantu dengar yang dengan bangga akan anda gunakan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Ada terdapat beberapa model alat bantu dengar, anda bisa memilih model yang terpasang  didalam liang telinga (<em>CIC-compeletly in the canal</em>) sehingga orang yang akan melihat alat bantu dengar tersebut adalah mereka yang melihat secara langsung kedalam lubang telinga anda, (lalu untuk apa  ? )atau anda dapat memilih model yang tidak nampak, yang diletakan dibelakang telinga, seperti generasi alat bantu dengar dari <em>Phonak</em> dengan <em>Micro</em> generasinya seperti, <em>Audeo</em>, <em>microSavia</em>. Produk yang sangat menarik ini hadir dalam beberapa desain dan warna yang sangat modern. Dan sepertinya akan menjadikan konsep bahwa seperti inilah sebuah alat bantu dengar seharusnya.</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Untuk mereka yang sering beraktivitas dengan menggunakan telepon selular, saat sekarang bukan halangan lagi apabila mengalami gangguna pendengaran. Bayangkan sebuah alat bantu dengar yang terlihat seperti sebuah headset Bluetooth, tetapi sebenarnya adalah sebuah alat bantu dengar, tetapi mungkin juga kedua-duanya!.. ya saat ini ada alat bantu dengar yang mampu difungsikan sebagai alat bantu dengar dan sebagai sebuah headset Bluetooth, seperti produk dari <em>Oticon Epoq</em>. Alat bantu dengar ini mampu secara nirkabel menghubungkan anda dengan telepon seluler yang berfasilitaskan Bluetooth, komputer, MP3 player dan PDA.</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Sekali lagi ini adalah pilihan anda, alat bantu dengar yang tersembunyi atau yang menarik perhatian. yang menarik pun dengan warna cerah dan modern akan tampak semakin cantik dan semakin modis.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Mitos #2          Alat bantu dengar selalu berdenging dan bising</span><span><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Ini adalah sebuah anggapan yang sudah sangat lama beredar</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Mitos ini benar, tapi tunggu dulu…. Itu jaman dulu ketika sebuah alat bantu dengar tersusun dari kabel dan perangkat yang besar…. Tapi ayolah… sekarang jaman digital…., tidakkah terpikirkan oleh kita bahwa problem berdenging dan kebisingan bisa diatasi dengan sedikit pengetahuan tentang akustik.</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Sebagian besar alat bantu dengar <em>digital programmable</em> sudah terfasilitasi dengan <em>automatic feedback reduction</em> (reduksi feedback secara otomatis) dan fitur otomatis yang lain. Mereka yang bergerak dalam industri manufaktur komputer untuk telinga ini menjejalinya dengan begitu banyak teknologi dan fitur dalam sebuah package yang sangat kecil.</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Mitos #3          Suara saya sendiri terdengar lucu saat menggunakan alat bantu dengar</span></strong><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Cobalah tutup tellinga anda menggunakan jari dan suara anda akan terdengar berbeda. Nah… karena itulah kenapa sseorang akan terkejut saat pertama kali mendengar rekaman suara mereka sendiri. Bahkan mungkin terucap “<em>wah… saya kok merasa tidak bersuara seperti itu yah…..!”</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>tapi percayalah begitulah kita bersuara, karena telinga kita memberikan sensasi yang berbeda dari alat bantu dengar, Ini disebut occlusion effect (efek telinga tertutup)</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Oleh karena itu untuk mengurangi sensasi dari telinga yang tertutup tadi, berkembang  metode pemasasangan alat bantu dengar yang disebut <em>“open fit”.</em></span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Mitos #4          Anda harus selalu membeli baterai  dan harganya mahal</span></strong><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Sebuah mitos mengenai alat bantu dengar yang sudah timbul dari beberapa generasi yang lalu.</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Dunia bisnis alat bantu dengar sangatlah kompetitif, sehingga para manufaktur alat bantu dengar selalu bekerja keras untuk selalu menghadirkan sesuatu yang baru baik dari fitur, kualitas suara, dan kenyamanan  pemakaian.</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Ya&#8230; tentu saja anda masih  mendapatkan alat bantu dengar yang ditenagai oleh baterai saat ini, masih normal saja untuk saat ini. Baterai pun saat ini juga tidaklah terlalu mahal dan sumber power mini ini juga telah didesain untuk mudah dalam penggunaan, dan juga tentu saja lebih tahan lama karena teknologi digital yang dibenamkan di alat bantu dengar sekarang, tidak memerlukan sumber energi yang besar.</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Andapun bisa mengurangi kebutuhan  penggunaan baterai dengan baterai model isi ulang, atau alat bantu dengar yang sudah terintegrasi dengan baterai isi ulang. Inipun sangat mudah dalam penggunaan, cukup tancapkan sepanjang malam saat anda tidur, dan anda akan siap menggunakannya satu hari penuh . Saat ini masih sangat sedikit alat bantu dengar seperti ini, satu yang saat ini tersedia tipe <em>Pulse</em> dari <em>GN Resound</em>. Alat ini menawarkan kemudahan dalam pengisian ulang, bahkan bisa diisi ulang dari  rongga USB computer anda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Kebutuhan membeli baterai bagi beberapa orang sangatlah menganggu, dan bagi anda yang termasuk didalamnya. Cobalah yang rechargeable – <strong><em>Go Green</em></strong> dan rasakan kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaan</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Mitos #5          Anda tidak akan bisa berolahraga dengan alat bantu dengar</span></strong><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Orang dengan yang berpendapat seperti ini biasanya mereka yang mengeluh mengenai suara angin yang terdengar melalui alat bantu dengar. Sebagai gambaran karena jika anda mengeraskan sesuatu disekeliling anda, makan tentu saja anda akan mendengar suara angin seperti sebuah badai yang sangat besar.</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Oleh karena itu, alat bantu dengar jaman sekarang sudah bisa terprogram untuk mendeteksi angin dan mengurangi efek yang ditimbulkannya secara elektronik, contoh <em>WindBlock system</em>dari <em>Phonak</em>, walaupun ada juga yang menggunakan trik pada desain dan struktur pendukung pada alat bantu dengar tersebut.</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Atau mungkin juga timbul kekhawatiran </span><span>alat bantu dengar tersebut akan terkena benturan, teknologi <em>Shock Resistance</em> pun sekarang sudah hadir di dalam desain kontruksi alat bantu dengar.</span></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>Mitos #6          Alat bantu dengar tidak boleh terkena air</span></strong><span></p>
<p>Ini sangat menarik dan masuk dalam daftar pertanyaan yang sering ditanyakan didalam perawatan sebuah </span><span>alat bantu dengar</span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Ya.. tentu saja anda tidak akan bermaksud memasukan alat bantu dengar anda kedalam cucian piring kan?  </span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Tetapi jangan khawatir anda sekarang sudah bisa mendapati alat bantu dengar yang mampu bertahan menghadapi kelembapan ataupun cairan (<em>splash</em> – percikan). Nah…. Apabila anda termasuk  dalam kondisi orang yang berkeringat sangat banyak dalam aktivitas keseharian anda atau aktivitas anda sering bersentuhan dengan kelembapan,  jangan khawatir  teknologi konstruksi pada casing alat bantu dengar mampu menahannya. Sedikit kelembapan tidak akan membuat alat bantu dengar anda rusak.</p>
<p>seperti beberapa produk dari <em>Siemens</em> dengan <em>Centra Active, Phonak</em> dengan seri <em>Naida</em>, atau<em>Sonic Innovations</em> dengan <em>Ion 2000</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span></p>
<p><strong>Myth #7           Alat bantu dengar harus selalu di-<em>adjustment</em></strong></p>
<p>Satu lagi mitos tua yang sampai sekarang masih sering terdengar</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>alat bantu dengar jaman sekarang sudah menghadirkan beberapa kemudahan yang bersifat otomatis, sehingga andapun tidak perlu untuk terlalu sering menyesuaikan volume pada alat bantu dengar anda, saat anda mengalami perubahan dalam suasana mendengar anda. Dengan kehadiran teknologi digital pada alat bantu dengar akan mempermudah para manufaktur  alat bantu dengar untuk membuat sistem yang akan mendeteksi perubahan suara dan akan menyesuaikan secara otomatis.<br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><br />
<strong>Mitos #8          A</strong><strong>lat bantu dengar hanyalah sebuah amplifier</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><strong><br />
</strong>alat bantu dengar jaman sekarang sudah sangat sedemikian maju, sebuah kemajuan teknologi yang terdiri dari beberapa fitur yang dijejalkan dalam package yang sangat kecil. Apalagi saat ini fitur otomatis di alat bantu dengar sudah sangat umum sekali. Yang pada intinya adalah tidak hanya mengeraskan suara saja, tetapi juga menciptakan kondisi suara yang mendekati kondisi alami dan itu berarti pengerasan suara yang sangat selektif berdasarkan dari penyesuaian program dari alat bantu dengar itu sendiri serta kesesuaian dengan setting yang bersifat sangat personal<br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Banyak dari alat bantu dengar yang masuk dalam kelas premium, menggunakan teknologi yang disebut <em>Data-Logging</em>. Sistem ini akan mencatat (<em>log</em>) kebiasaan, termasuk <em>switching program</em>,  dan penggunaan fitur  dari seorang pengguna alat bantu dengar secara individual.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Dengan sistem ini memudahkan bagi seorang pemasang alat bantu dengar mendeskripsikan kebutuhan <em>user</em> dan melakukan  perubahan berdasarkan catatan yang dibuat oleh sistem yang disebut <em>Data-Logging</em>.</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Jadi alat bantu dengar tidak hanya mengeraskan suara, tetapi juga berusaha menciptakan suara yang natural, nyaman dan menciptakan sebuah pengalaman mendengar yang “organik” serta individual.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"> </p>
<p class="MsoNormal"><span><span><br />
<strong>Mitos #9          A</strong><strong>lat bantu dengar sangat mahal</strong><br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Fakta adalah alat bantu dengar tidaklah murah. Tetapi semua itu hanya berdasar pada apa yang kita butuhkan bukan?  anda tidak akan membeli Sebuah mobil Porsche seharga Rp. 1 milyar hanya untuk jalan jalan disekitar kompleks perumahan dengan sikecil pada pagi hari kan? Mungkin cukup dengan sebuah skubek otomatis dengan harga Rp. 11 jutaan…&#8230;</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>alat bantu dengar juga akan sama seperti itu, semua disesuaikan dengan kebutuhan, dari mulai ukuran, teknologi, dan beberapa fitur yang tentu saja akan mempengaruhi biaya.</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Anda bisa membeli alat bantu dengar mulai dari Rp. 1 jutaan, sampai dengan Rp. 50 jutaan (perkiraan harga di indonesia) disesuaikan dengan jenis, teknologi, dan fitur serta kesesuaian dengan kebutuhan. Dan ingat bahwa teknologi akan semakin murah setiap berkembangnya waktu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Jika anda berkonsultasi dengan pihak pemasang alat bantu dengar, anda akan menemukan berbagai macam gambaran dari mulai fitur sampai dengan harga yang tersedia,</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>dan faktanya adalah, anda akan mendapatkan kembali  potongan “kualitas hidup” anda yang sempat hilang, dengan menyisihkan sebagian dana anda untuk membeli alat bantu dengar.</span></span><span> <br />
</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>satu hal yang pasti yang harus anda ingat, membeli </span><span>alat bantu dengar, tidaklah hanya membeli mesin atau unit-nya saja, tetapi anda juga termasuk membeli <em>after sales services </em>-nya, garansi-nya, <em>maintenance</em> <em>unit</em> –nya dan <em>Human skill</em> pemasang alat bantu dengar tersebut.</span><span><span></p>
<p><strong>Mitos #10        A</strong><strong>lat bantu dengar tidak bisa membantu saya</strong><br />
</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span>Apabila anda masih mempercayai mitos ini,</span></span><span> <br />
</span></p>
<p><span><span>Mana yang lebih baik memakai alat bantu dengar dengan kondisi pendengaran yang membaik atau menempelkan telinga anda dekat TV agar bisa mendengar apabila sedang mendengar berita di TV?</span></span></p>
<p><span><span class="contentarea">Dan apabila anda merasa sering bertanya “apa?” lebih dari satu kali per hari, cobalah kunjungi sentra pelayanan pendengaran terdekat, lakukan tes pendengaran, konsultasikan kondisi anda, serta dapatkan alat bantu dengar yang sesuai, lalu pasanglah alat bantu dengar tersebut dan rasakan…..    anda akan kembali ke kehidupan mendengar anda seperti yang sudah – sudah, tentu saja dengan sedikit me</span>mbutuhkan proses adaptasi.</span></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p><em>Sumber: www.ayomendengar.com</em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/davinbintang.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/davinbintang.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/davinbintang.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/davinbintang.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/davinbintang.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/davinbintang.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/davinbintang.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/davinbintang.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/davinbintang.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/davinbintang.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=19&subd=davinbintang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://davinbintang.wordpress.com/2008/12/13/10-mitos-ttg-alat-bantu-dengar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdf27cb9444a3c5c3f50cc40b7e7dafb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">davin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENDENGAR ANAK PASKA MENGGUNAKAN ABD</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/12/13/meningkatkan-kemampuan-mendengar-anak-paska-menggunakan-abd/</link>
		<comments>http://davinbintang.wordpress.com/2008/12/13/meningkatkan-kemampuan-mendengar-anak-paska-menggunakan-abd/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 16:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>davinbintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[

Di buku “A Practical Guide to Quality Interaction With Children Who Hava a Hearin Loss” karangan Morag Clark, banyak sekali hal yang harus dilakukan buat meningkatkan kemampuan mendengar anak paska pemasangan ABD.
Beberapa hal yang harus tidak dilakukan setelah pemasangan ABD

Melebih-lebihkan bentuk mulut kita pada saat berbicara kepada anak, jika dilakukan anak akan lebih berkonsentrasi melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=16&subd=davinbintang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p>Di buku “A Practical Guide to Quality Interaction With Children Who Hava a Hearin Loss” karangan Morag Clark, banyak sekali hal yang harus dilakukan buat meningkatkan kemampuan mendengar anak paska pemasangan ABD.</p>
<p>Beberapa hal yang harus tidak dilakukan setelah pemasangan ABD</p>
<ul>
<li>Melebih-lebihkan bentuk mulut kita pada saat berbicara kepada anak, jika dilakukan anak akan lebih berkonsentrasi melihat bentuk mulut kita daripada mengoptimalkan sisa pendengarannya. Berbicara secara normal dengan menggunakan penekanan pada setiap katanya, dan juga berirama serta tidak terlalu cepat dalam pengucapannya.</li>
<li>Ekspresi pada wajah yang berlebihan</li>
<li>Menyengaja agar anak melihat bentuk bibir kita pada saat berbicara daripada menggunakan pendengarannya.</li>
<li>Menepuk atau menyetuh anak daripada memanggil namanya. Panggillah nama anak dari jarak yang dekat telinga untuk permulaan, jika dalam 2-3 tidak ada respon dia menoleh maka sentuhlah dia sambil menyebutkan namanya. Untuk mengajarkan kepada dia bahwa suara yang dia dengar tadi adalah untuk memanggil namanya.</li>
<li>Menggunakan bahasa tubuh yang dibuat-buat atau menggunakan bahasa isyarat. Anak akan merasa senang menggunakan bahasa isyarat karena cenderung lebih mudah dan tidak memerlukan konsentarsi yang penuh dalam memahami bahasa.</li>
</ul>
<p>Sedikit demi sedikit dihindarkan untuk lebih mengembangkan kesadaran akan mendengar bagi anak.</p>
<p>Keikutsertaan orangtua dan profesional melihat perkembangan bicara anak setelah mereka belajar mendengar. Ada banyak faktor untuk mengembangkan kemampuan dengar anak.</p>
<ul>
<li>Manajemen anak</li>
</ul>
<p>anak dengan kebiasaan tak terkendali biasa tidak menggunakan sisa pendengarannya secara maksimal. Orangtua tidak menuruti anak dan harus menekankan kepada orangtua agar anak berusaha menggunakan pendengarannya.</p>
<ul>
<li>Posisi</li>
</ul>
<p>Orangtua harus menyadari jarak speaker dari sumber suara akan mempengaruhi pendengaran anak. Orangtua dianjurkan pada awal belajar mendengar untuk terus melakukan proses belajar mendengar pada saat berinteraksi sehari-hari secara natural.</p>
<ul>
<li>Kondisi ABD</li>
</ul>
<p>ada beberapa hal yang harus setiap hari dilakukan: Mengecek baterai, Memeriksa ear molds karena ear molds yang tidak pas akan membuat anak tidak nyaman dalam mendengar.</p>
<ul>
<li>Menghindarkan suara yang mengganggu</li>
</ul>
<p>Walaupun pada keadaan normal terdapat berbagai macam bunyi disekitar tetapi pada saat anak belajar mendengar usahakan suasana diruangan belajar nyaman dan tidak terdapat suara yang mengganggu.</p>
<ul>
<li>Memberikan dukungan kepada anak untuk mendengar untuk pengembangangan bahasanya</li>
</ul>
<p>Mengajarkan anak yang masih kecil dengan suara-suara binatang akan membantu dan anakpun senang melakukanya, serta bunyi kendaraan misalnya : aaaaa untuk pesawat terbang. pada kehidupan sehari-hari banyak hal menarik yang bisa dipakai untuk belajar mendengar.</p>
<ul>
<li>Menghindari tes yang berlebihan</li>
</ul>
<p>Orangtua sangat senang sekali jika anaknya dapat mendengar dan menoleh jika namanya dipanggil. Janganlah sering memanggil namanya untuk sekedar mengetes saja. Perlu diingat anak normalpun seringkali tidak memperhatikan bunyi pada sekitarnya pada saat mereka sedang melakukan aktivitas yang menyenangkan.</p>
<ul>
<li>Melihat atau tanda petunjuk</li>
</ul>
<p>Pada proses belajat mendengar, orangtua belajar untuk menghindari memberikan petunjuk secara visual yang tidak diperlukan, pada saat bersamaan selama berinteraksi anak melihat secara natural pada saat orang berbicara. Dalam hal ini anak menggabungkan mendengar dan melihat pada keadaan berinteraksi. Sama dengan anak normal</p>
<ul>
<li>Mendengar sebagai dasar keterampilan berbicara</li>
</ul>
<p>Pada saat anak mendengar, diawal kemampuan mendengar adalah mendeteksi adanya bunyi, setelah itu pada tahap selanjutnya membedakan bunyi dari jenis bunyi serta arah sumber bunyi, dan mengidentifikasikan bunyi bisa menunjukkan bunyi apakah yang anak dengar hingga memahami arti dari bunyi yang didengar menjadi sebuah bahasa.</p>
<p>Beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua dan anak di rumah setelah pemasangan ABD. Masih banyak hal yang bisa dipelajari dari buku Morag Clark yang akan coba disampaikan disini tetapi dengan berbagai keterbatasan yang ada.</p>
<p>Sumber: <a title="Blog Roza (No click)" href="http://akubisadengar.info/go.php?http://rozarumaisho.wordpress.com/" target="_self">http://rozarumaisho.wordpress.com/</a></p>
<div></div>
</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/davinbintang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/davinbintang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/davinbintang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/davinbintang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/davinbintang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/davinbintang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/davinbintang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/davinbintang.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/davinbintang.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/davinbintang.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=16&subd=davinbintang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://davinbintang.wordpress.com/2008/12/13/meningkatkan-kemampuan-mendengar-anak-paska-menggunakan-abd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdf27cb9444a3c5c3f50cc40b7e7dafb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">davin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terapi Musik Bagi Untuk Tuna Rungu</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/06/04/terapi-musik-bagi-untuk-tuna-rungu/</link>
		<comments>http://davinbintang.wordpress.com/2008/06/04/terapi-musik-bagi-untuk-tuna-rungu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 02:13:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>davinbintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tunarungu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[CAMT, Wilfrid Laurier University
(terjemahan bebas oleh: Nora. A. Rizal)
Kerusakan pendengaran ditengarai merupakan salah satu kecacatan syaraf yang paling merusakkan. Dimana kecacatan penglihatan merupakan handicap kita dengan sekeliling kita, sedangkan kecacatan pendengaran merupakan handicap komunikasi dengan masarakat (Darrow, 1989). Komunikasi merupakan dasar dari kehidupan social kita dan aktivitas intelektual, dan tanpa itu kita terputus dari dunia.  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=14&subd=davinbintang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:Verdana;">CAMT, Wilfrid Laurier University</span></em></span></span></p>
<p><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:Verdana;">(terjemahan bebas oleh: Nora. A. Rizal)</span></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Kerusakan pendengaran ditengarai merupakan salah satu kecacatan syaraf yang paling merusakkan. Dimana kecacatan penglihatan merupakan <em>handicap</em> kita dengan sekeliling kita, sedangkan kecacatan pendengaran merupakan <em>handicap</em> komunikasi dengan masarakat (Darrow, 1989). Komunikasi merupakan dasar dari kehidupan social kita dan aktivitas intelektual, dan tanpa itu kita terputus dari dunia.<span>  </span>Untuk alasan inilah, praktek klinik dalam terapi musik untuk tuna rungu di fokuskan pada area yang berhubungan dengan komunikasi seperti : pelatihan auditory, produksi suara (berbicara) dan perkembangan bahasa. Melalui penelitian dalam kekurangan pada komunikasi ini, terapi musik menjadi suatu efek kedua untuk memperbaiki rasa sosial dan kepercayaan diri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Terapi musik masih dianggap tidak praktis. Dikarenakan sebagian besar orang masih mempunyai konsep yang salah terhadap ketuna runguan dalam kapasitasnya untuk mendengar dan mengapresiasi stimulus musik. Seperti yang telah Darrow (1989) katakan, hanya sebagian kecil persentasi dari ketunarunguan yang tidak bisa mendengar sama sekali. Selanjutnya ia mengatakan bahwa, dikarenakan variasi dari frekuensi dan intensitas pada musik, persepsi musik malah lebih bisa ter-akses, dibandingkan dengan sinyal percakapan yang lebih kompleks. Musik juga sangat fleksible dan dapat dimodifikasikan pada level pendengaran pada setiap orang, level bahasa, kematangan dan preferensi musik.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;margin:0;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Robbins &amp; Robbins (1980),<span>  </span>yang membuat manual resource yang komprehensif dan kurikulum bagi terapi musik<span>  </span>untuk tuna runggu melakukan pendekatan terhadap subyek bersangkutan dengan mempunyai sikap yang <strong>mempercayai bahwa sense terhadap musik ada pada setiap orang</strong>. Melalui musik, mereka mengarah pada sensitivitas yang inherent dan kapasitas merespon langsung kepada ekspresi dari ritme dan variasi nada, yang dideskripsikan sebagai musik. Mereka juga menekankan, bahwa musik dari berbagai sisi mempunyai efek pada manusia. Musik merupakan media untuk aktivitas dalam bereksplorasi dan pengalaman diri, sehingga berhubungan langsung pada bicara dan bahasa, komunikasi dan pikiran, juga pada ekspresi tubuh dan emosi dalam skala besar. Sehingga terapi musik dapat masuk dan meningkatkan habilitas dan perkembangan secara luas bagi ketuna runguan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Bagi penderita tuna rungu, terapi musik dapat:</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Meningkatkan auditory, pelatihan dan perluasan penggunaan dari sisa pendengaran</span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Auditory training</span></em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">, merupakan bagian yang terintegrasi denga proses habilitasi pada penderita tunarungu. Tiap individu harus belajar untuk menginterpretasikan dan mengikuti suara, terutama percakapan dalam lingkungannya, dengan maksud untuk meningkatkan <em>rate</em> dan kulitas perkembangan sosial dan komunikasi. Tujuan utama dari <em>auditory training</em> ini adalah untuk mengembakan sisa pendengaran menjadi maksimal. Mereka harus belajar untuk mendengarkan mental yang kompleks dan proses aural. Pelatihan auditori cenderung fokus pada <em>developmment</em> dan fokus untuk analisis suara untuk pasien tuna rungu, dan ini akan menjadikan suatu proses yang membosankan dan tidak menarik. </span><span style="color:#333333;font-family:Verdana;" lang="FR">Maka dari itu musik menjadi suatu alat yang memotivasi dan menghidupkan sesi-sesi ini.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Percakapan dan musik mengandung banyak persamaan. Persepsi auditori pada percakapan dan musik melibatkan kemampuan untuk membedakan antara perbedaan suara, <em>pitch,</em> durasi, intensitas dan warna nada dan bagaimana suara bisa berubah-ubah sepanjang waktu. Properti-properti ini terdapat pada kemampuan pendengaran untuk menginterpretasi suara dan mengartikannya. Persamaan yang ada antara musik dan percakapan menyebabkan musik dan terapi musik membuat suatu alternatif dan alat yang menyenangkan untuk melengkapi tehnik pelatihan auditory sebelumnya (Darrow, 1989).</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Prosedur terapi musik dapat dapat memberikan beberapa obyek pada pelatihan auditory. Perhatian terhadap suara, perhatian terhadap perbedaan dalam suara, mengenali obyek dan juga suara obyek tersebut, dan penggunaan pendengaran untuk menentukan jarak dan lokasi dari suara dapat dilatih melalui pengalaman pada musik (Darrow 1989). Selain itu, <span> </span>Robbins &amp; Robbins (1980) menemukan bahwa dengan musik yang cocok lebih gampang untuk di dengar dan diasimilasikan dibandingkan dengan percakapan, sehingga lebih cocok untuk dapat menstimulasi motivasi alami pada sisa pendengaran.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Amir &amp; Schuchman (1985) membuat suatu program terapi musik untuk mengembangkan dan meningkatkan kecakapan dalam kesadaran akan suara musik, kesadaran akan kontras intensitas, menyadari adanya suara musik dan juga patron dari musik tersebut. Suatu investigasi untuk melihat keefektifan dari program tersebut memberikan suatu hasil bahwa ada aspek-aspek tertentu untuk seseorang yang <em>profoundly deaf</em> dapat diukur peningkatannya melalui suatu program sistimatik pada pelatihan pendengarannya dalam konteks musikal. Terutama level pendiskriminasian subyek secara signifikan meningkat dan pelatihan dari subyek dalam menerima musik dan juga lingkungan musik tersebut. Amir &amp; Schuchman selanjutnya menyuport penggunaan terapi musik ini dikarenakan hal ini memberikan suatu diversifikasi yang menarik dan pengalam pengajaran yang positif, dengan memperkuat penggunaan sisa pendengaran. Meningkatkan perkembangan percakapan dan meningkatkan intonasi/ritme suara dalam percakapan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Suara dari seseorang yang mempunyai kekurangan pendengaran sering terdengar aneh dan tidak natural. Pada individu ini sering terjadi kurangnya <em>feedback</em> mekanisme internal yang diperlukan untuk memonitor dan menyesuaikan, sebagai contoh, pelafalan kata-kata, perubahan tinggi rendah (<em>pitch</em>) suara ataupun ritme suara. Sebagai konsekuensi produksi dari suara percakapan mereka sering tidak jelas dan terdistorsi. Penderita tuna rungu ini juga cenderung menunjukkan sedikit variasi <em>pitch</em> dan intonasi dibandingkan orang dengan pendengaran normal, sehingga menghasilkan suara yang monoton. Mereka sering memanjangkan suku kata dan atau kalimat dan juga sering mengambil jeda pada posisi yang tidak tepat. Problem-problem dari ritme dan intonasi ini berpengaruhi pada ketidak jelasan dalam bercakap.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Tehnik dari terapi dan aktivitas musik dapat membantu secara efektif pada perkembangan percakapan dari segi ritme, intonasi, <em>rate</em> dan tekanan suara. Darrow (1989) mendisikusikan penggunaan terapi musik dalam pengertian berbahasa, intonasi vokal, kualitas vokal dan berbicara lancar. Proses bernafas, ritme dan pengambilan waktu yang tepat, pitch dan artikulasi yang diperlukan untuk bernyanyi, memberikan struktur dan motivasi yang penting pagi pasien. Darrow juga menekankan pada pentingnya <em>feedback </em><span> </span>yang konstan untuk si terapis.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Darrow &amp; Starmer (1986) mempelajari efek dari pelatihan vokal pada frekuensi dasar, <em>range </em>frekuensi dan kecepatan percakapan pada suara anak-anak tuna rungu. Anak-anak ini cenderung mempunyai frekuensi dasar yang tinggi dan sedikit variasi <em>pitch</em>, memproduksi suatu permasalahan dalam kecakapan berbicara. Hasil dari studi ini menyarankan bahwa dengan latihan pada vokal tertentu dan menyanyikan lagu-lagu pada kunci nada rendah yang tepat dapat membantu memodifikasian frekuensi dasar dan <em>range</em> frekuensi pada pasien. Studi lain dari Darrow (1984) juga menunjukkan peran dari terapi musik adalah melatih respons ritme, sehingga membuat respons pada ritme dari suara percakapan menjadi lebih baik.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Staum (1987) telah sukses menggunakan notasi musik untuk mempengaruhi dalam memperbaiki pengucapan bahasa pasien. Ia menggunakan sistem notasi visual sebagai alat untuk membantu pasien dalam mencocokkan kata-kata atau suara dari kata-kata baik yang lazim maupun tidak lazim, dengan ritme yang tepat dan struktur yang dari pitch yang mudah. Hasil positif yang didapat adalah nada pelafalan pengucapan lebih berkembang, juga penyamarataan dan transfer ilmu berkembang secara signifikan</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Robbins &amp; Robbins (1980), setelah pelatihan pada pasien tunarungu, mengatakan bahwa kontribusi dari terapi musik untuk memperkuat dan/atau mempercepat pembelajaran dan penggunaan percakapan, vokal yg lebih luas/spontan dan mantap, memperbaiki kualitas suara dan lebih leluasa dalam menggunakan intonasi dan ritme.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Meningkatkan perkembangan dan pendidikan bahasa, dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara umum</span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:#333333;font-style:normal;font-family:Verdana;">Bagi anak-anak tuna rungu, keterbatasan input pendengaran tidak hanya mempengaruhi kemampuan untuk mendengar suara percakapan dari orang lain, namun juga mempunyai dampak negatif terhadap perkembangan bahasa mereka sendiri. Keteraturan memperdengarkan bahasa melalui pendengaran, memberikan informasi penting mengenai </span></em><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">vocabulary, syntax</span></em><em><span style="color:#333333;font-style:normal;font-family:Verdana;"> (kalimat)</span></em><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">, semantics</span></em><em><span style="color:#333333;font-style:normal;font-family:Verdana;"> (arti kata)</span></em><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"> </span></em><em><span style="color:#333333;font-style:normal;font-family:Verdana;">dan </span></em><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">pragmatics, </span></em><em><span style="color:#333333;font-style:normal;font-family:Verdana;">yang mana hal ini secara langsung diterima oleh anak dengan pendengaran normal. Tanpa keteraturan mendengarkan ini, bagi anak dengan pendengaran terbatas biasanya akan mempunyak banyak problem pada bahasa mereka. Kesulitan itu biasanya terdapat pada kurangnya </span></em><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">vocabulary</span></em><em><span style="color:#333333;font-style:normal;font-family:Verdana;">,<span>  </span>kesulitan dalam mengartikan kata, menggunakan kata yang salah, struktur<span>  </span>dan isi bahasa yang salah, dan lainnya. Kesulitan-kesulitan dalam menggunakan bahsa ini selanjutnya akan menghalangi individu tersebut dari komunikasi yang mempunyai arti dan juga berinteraksi. Problem berbahasa dapat menimbulkan efek negatif pada pendidikan seperti membaca, menulis dan pemahaman </span></em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">(Gfeller, &amp; Baumann, 1988).</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Secara signifikan terapi musik memberikan konstribusi pada kemampuan untuk berkomunikasi dan berbahasa pada pasien tuna rungu. Sebagai contoh Gfeller (1990), mendiskusikan tentang pengayaan <em>repertoire</em> musik dan pengalaman bergerak dalam terapi musik, yang dapat di gabungkan dengan percakapan dan, setelahnya penulisan kata.<span>  </span>Anak-anak kecil terutama menggunakan setiap saat pergerakan motorik dan belajar sesuatu melalui manipulasi dari lingkungannya. Instrument musik dan materialnya kaya akan sumber-sumber keterlibatan pada sensorik dan motorik. Pengalaman pada <em>Multi sensory</em><span>  </span>bahwa musik merupakan alat pembelajaran yang bernilai, yang pada akhirnya juga terkait<span>  </span>pada representasi mental atau simbol, Gfeller (1990). <em>Event</em> musik dan sekuensialnya dapat dibuat oleh para terapis sebagai model penggunaan bahasa untuk anak. Semenjak rehabilitasi bahasa merupakan suatu proses yang panjang dan lama, terapis musik dapat memberikan motivasi penting untuk membuat aktifitas menjadi bermain dan menyenangkan. Aktivitas dalam terapi musik dapat juga membuat suatu oportuniti untuk menggunakan konsep bahasa dalam konteks yang berbeda</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Penelitian lain juga menemukan bahwa integrasi musik dalam pendidikan sebagai bahasa seni sangat menguntungkan (Darrow, 1989; Gfeller, &amp; Darrow, 1987). Tidak hanya meningkatkan motivasi tapi juga memberikan sebuah pendekatan multi sensori untuk belajar, yang dapat membantu pasien untuk mendalami arti dari kata-kata baru. Bernyanyi contohnya, memberikan suatu kesempatan untuk secara intensif menggunakan pendengaran dan beraktifitas vokal. Mempelajari lagu dapat menstimulasi latihan dalam pembedaan auditori, membedakan dan meleburkan bunyi huruf, pengucapan suku-suku kata dan pelafalan kata (Gfeller, &amp; Darrow, 1987). Hal ini dapat juga membantu mengembangkan penguasaan kata-kata dan memberikan suatu pengalaman dalam belajar membuat struktur kalimat dan semantiknya. Membuat lagu dapat juga bertujuan sama. Lagu juga mempunyai kelebihan dalam melafalkan suatu patron nada, menjadi tidak monoton.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Disamping meningkatkan perkembangan bahasa dan mendidik bahasa pada pasien tuna rungu, terapi musik juga meningkatkan kemampuan berkomunikasi<span>  </span>dengan memberikan semacam kesadaran dan kemampuan melihat suatu arti yang diselaraskan/disampaikan melalui “nada pada suara”. Hal-hal penting didalam berkomunikasi dengan orang lain adalah espresi wajah, <em>body language</em>, dan pitch serta intensitas dinamik. Kesadaran dan kepekaan terhadap <em>style</em> dari bahasa yang diucapkan oleh diri sendiri dan orang lain, dapat diberikan dengan berhasil melalui penerapan terapi musik. Dengan menggayakan suatu lagu dan memberi isyarat pada lagu dengan cara yang “gaya baik/indah”, seseorang dapat mempelajari untuk menggunakan dan menyadari nuansa dalam berkomunikasi dengan yang lain (Gfeller, &amp; Darrow, 1987). Berisyarat dalam bernyanyi juga memberikan suatu kesempatan untuk mengeksplorasikan ekspresi dari emosi sendiri, karena lirik dan melodi secara persamaan dapat mengungkapakan suatu ekspresi jiwa dibandingkan dengan hanya berbicara.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Mengembangkan jiwa sosialisasi, kesadaran diri, kepuasan emosinal dan meningkatkan kepercayaan diri</span></span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Didalam beberapa literatur mengkarakterkan bahwa seseorang tuna rungu mempunya perasaan kuat akan rendah diri dan depresi, juga mempunyai sikap tidak bisa dipengaruhi dan tertutup (lihat ulasan ulang dari Galloway, &amp; Bean, 1974). <em>Body-image</em> dan kesadaran yang tidak terlalu baik, kurangnya berbahasa dan berkomunikasi, dan tertutupnya rasa sosialisasi, memberikan kontribusi secara signifikan pada perasaan-perasaan ini. Terapi musik dapat memberikan kesempatan yang penting untuk memperbaiki masalah ini dan meningkatkan rasa percaya diri seseorang yang tuna rungu.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Brick (1973) menemukan <em>eurhythmics</em>—Seni dari keharmonisan dan gerak tubuh yang ekspresif—dan aktifitas musik yang memberikan pasien suatu pengalaman yang menyenangkan, dimana hal tersebut memberikan energi kreatif untuk pasien. Hal ini sebaliknya membantu mengembangkan kepercayaan diri, memberi rasa bangga dalam menyelesaikan sesuatu dan bekerja sama dalam satu grup. Robbins &amp; Robbins (1980) juga menemukan bahwa aktifitas kelompok musik dapat memberikan contoh untuk menyesuaikan didalam bersosialisasi. Hasil hakiki yang didapat dalam pengalaman bermusik sepertinya dapat memotivasi pasien yang selalu melawan untuk dapat bekerja sama (<em>co-operative</em>), yang selalu tidak fokus menjadi fokus dan yang selalu gagal menjadi berusaha untuk selalu menyelesaikan pekerjaannya. Pasien yang juga selalu jelek/gagal dalam hal lain, dapat menerima bantuan spesial dan kompensasi yang baik melalui terapi musik ini.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Body-image</span></em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"> dan kesadaran juga dapat meningkat melalui terapi musik ini. Galloway &amp; Bean (1974) menemukan bahwa aktivitas bernyanyi dan melakukan gerakan pada musik juga efektif. </span><span style="color:#333333;font-family:Verdana;" lang="FR">Robbins &amp; Robbins (1980) juga menekankan pentingnya realistis dan positif pada diri sendiri. Mereka menemukan juga bahwa kecakapan dalam bergerak yang dipelajari melalui musik dapat meningkatkan rasa percaya diri, koordinasi, sikap tenang yang alami dan kesadaran akan jati diri.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;" lang="FR"><span style="font-size:small;">Bernyanyi, bermain atau bergaya pada suatu lagu dapat<span>  </span>menghasilkan seseorang untuk dapat berekspresi dan puas terhadap diri secara emosional. Gfeller &amp; Darrow (1987) menyarankan bahwa bergaya atau bernyanyi pada lagu yang dibuat sendiri, juga dapat membuat seseorang tuna rungu untuk mengekspresikan atau mengilustrasikan pikirannya, perasaannya dan idenya bila hal itu terlalu sulit untuk dituliskan. Staum (1987) <span> </span>juga menemukan bahwa tehnik dan prosedur terapi musik dapat memberikan suatu skill yang fungsional yang dapat terintegrasi langsung di dalam pelajaran musik secara private maupun secara klasikal. Melalui suatu cara yang dapat di transfer diluar sesi terapi, seseorang lebih bisa dan senang untuk berekspresi pada situasi baru , bertemu orang baru, dan dapat bekerja dalam suatu grup-grup. Hal ini sebaliknya pula memberikan suatu rasa tanggung jawab sosial juga kesadaran, kebanggan dan kepercayaan diri dan sosial.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;" lang="FR"><span style="font-size:small;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Kepustakaan</span></strong><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Amir, D., &amp; Schuchman, G. (1985). Auditory -training through music with hearing-impaired preschool children. The Volta Review, 87(7), 333-343.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Investigates the effects of auditory training within a musical context on how hearing-impaired preschool children use their residual hearing. Found music therapy techniques to be a useful adjunct to other techniques for maximizing residual hearing use.</span></em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Brick, R. (1973). Eurhythmics: One aspect of audition. The Volta Review, 75(3)155-160.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Describes the use of eurhythmics&#8211;the art of. harmonious and expressive bodily movement-to enhance the teaching of speech and audition.</span></em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Darrow, A. (1984). A comparison of rhythmic responsiveness in normal and hearing impaired children and an investigation of the relationship of rhythmic responsiveness to the supra segmental aspects of speech perception. Journal of Music Therapy, 21(2), 48-66.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Investigates differences between normal and hearing impaired children&#8217;s rhythmic responsiveness. Discusses rhythmic responsiveness as related to perception of prosodic elements of speech.</span></em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Darrow, A. (1989). Music therapy in the treatment of the hearing-impaired. Music Therapy Perspectives, 6, 61-70.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Details a music therapy procedure for auditory training and the speech and language development of the hearing impaired.</span></em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Darrow, A., &amp; Starker, G. (1986). The effect of vocal training on the intonation and rate of hearing impaired children&#8217;s speech. Journal of Music Therapy, 23(4), 194-201.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Examines the effect of vocal training on the fundamental frequency, frequency range, and speech rate. Results indicate significant reduction in fundamental frequency and increase in frequency range.</span></em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Galloway</span><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">, H., &amp; Bean, M. (1974). The effects of action songs on the development of body-image and body-part identification in hearing-impaired preschool children. Journal of Music Therapy, 11, 125-134.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Results suggest that music may be a useful method in teaching selected concepts to hearing-impaired persons.</span></em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Gfeller, K. (1990). A cognitive-linguistic approach to language development for the preschool child with hearing impairment: Implications for music therapy practice. Music Therapy Perspectives, 8, 47-51.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Outlines the basic components of a cognitive-linguistic model for language rehabilitation and discusses them as they relate to music therapy practice.</span></em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Gfeller, K., &amp; Baumann, A. (1988). Assessment procedures for music therapy with hearing impaired children: Language development. Journal of Music Therapy, 25(4), 192-205.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Presents an overview of language problems common to hearing impaired children, and major treatment goals and procedures in speech pathology and music therapy. Prominent assessment procedures in measuring language development are also examined.</span></em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Gfeller, K, &amp; Darrow, A. (1987). Music as a remedial tool in the language education of hearing-impaired children. The Arts in Psychotherapy, 14, 229-235.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Discusses the role and potential of creative experience, particularly songwriting and song signing, in the language arts education of hearing impaired children.</span></em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Robbins, C., &amp; Robbins, C. (1980). Music for the hearing impaired and other special groups: A resource manual and curriculum guide. St. Louis: MagnaMusic-Baton.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"><span style="font-size:small;">Staum, M. (1987). Music notation to improve the speech prosody of hearing impaired children. Journal of Music Therapy, 24(3), 146-159.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:small;"><em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;">Discusses music notational cues as effective in improving the verbal rhythmic and intonational accuracy of hearing impaired children&#8217;s speech. </span></em><span style="color:#333333;font-family:Verdana;"></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/davinbintang.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/davinbintang.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/davinbintang.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/davinbintang.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/davinbintang.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/davinbintang.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/davinbintang.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/davinbintang.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/davinbintang.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/davinbintang.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/davinbintang.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/davinbintang.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=14&subd=davinbintang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://davinbintang.wordpress.com/2008/06/04/terapi-musik-bagi-untuk-tuna-rungu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdf27cb9444a3c5c3f50cc40b7e7dafb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">davin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Program Pendidikan Inklusi</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/04/18/program-pendidikan-inklusi/</link>
		<comments>http://davinbintang.wordpress.com/2008/04/18/program-pendidikan-inklusi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 09:09:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>davinbintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak tunarungu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Untuk Anak Gangguan Pendengaran

Pendidikan Inklusi adalah kebersamaan untuk memperoleh pelayanan pendidikan dalam satu kelompok secara utuh bagi seluruh anak berkebutuhan khusus usia sekolah , mulai dari jenjang TK,  SD, SLTP Sampai dengan SMA.

Pada kasus gangguan pendengaran, pendidikan inklusi ini adalah kelanjutan dari model terapi mendengar (Auditori Verbal Terapi) yang telah dilakukan pada anak gangguan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=11&subd=davinbintang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Untuk Anak Gangguan Pendengaran</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;font-weight:bold;">Pendidikan Inklusi adalah kebersamaan untuk memperoleh pelayanan pendidikan dalam satu kelompok secara utuh bagi seluruh anak berkebutuhan khusus<span> </span>usia sekolah , mulai dari jenjang TK,  SD, SLTP Sampai dengan SMA.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;font-weight:bold;">
<p class="MsoBodyText" style="font-weight:bold;text-align:justify;">Pada kasus gangguan pendengaran, pendidikan inklusi ini adalah kelanjutan dari model terapi mendengar (Auditori Verbal Terapi) yang telah dilakukan pada anak gangguan pendengaran pada usia dini. Dengan dasar-dasar pendengaran yang lebih baik, pelayanan terhadap pendidikan yang harus diberikan juga semestinya lebih terpadu dan terarah. Pelayanan ini dalam rangkaian usaha pendidikan inklusi bagi anak dengan gangguan pendengaran akan lebih baik jika melakukan pendekatan model Natural Auditory Oral.</p>
<p class="MsoNormal" style="font-weight:bold;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="font-weight:bold;text-align:justify;">Tujuan dari dari pendidikan inklusi bagi anak gangguan pendengaran ini antara lain</p>
<p class="MsoNormal" style="font-weight:bold;text-align:justify;">
<ul style="margin-top:0;text-align:justify;font-weight:bold;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Adanya kebutuhan untuk bersosialisasi dan      berintegrasi dengan anak sebaya di sekolah maupun di dalam<span> </span>lingkungan rumah</li>
<li class="MsoNormal">Adanya optimisme keluar dari problem komunikasi bagi anak gangguan mendengar, dengan penyelenggaraan pendidikan yang lebih baik.</li>
<li class="MsoNormal">Penghayatan dan menumbuhkan rasa empati dari kalangan      anak normal terhadap anak berkebutuhan khusus.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="font-weight:bold;text-align:justify;">Penanganan Anak Gangguan Pendengaran</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><span style="font-weight:bold;">Pemberian Intervensi dini/awal yaitu memberikan layanan deteksi dini, diagnosa, konsultasi, fasilitator dan penyediaan Alat Bantu Dengar dan Implant Coachlea, perawatan dan servisnya.</span></li>
</ul>
<ul style="margin-top:0;text-align:justify;font-weight:bold;" type="disc">
<li class="MsoNormal">Program habilitasi dengan<span> </span>menitikberatkan pada perbaikan cara komunikasi anak dengan menggunakan pendengaran sebagai titik tolak dalam berinteraksi dengan lingkungan luar anak.</li>
<li class="MsoNormal">Program pelayanan pendidikan terpadu, memberikan penyetaraan pada sekolah khusus untuk dipersiapkan pada jalur pendidikan reguler.</li>
</ul>
<div style="font-weight:bold;text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;">Memberikan assesment awal pada anak yang telah masuk pada sekolah regular dengan pendampingan sebagai guru kunjung</span></div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/davinbintang.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/davinbintang.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/davinbintang.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/davinbintang.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/davinbintang.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/davinbintang.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/davinbintang.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/davinbintang.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/davinbintang.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/davinbintang.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/davinbintang.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/davinbintang.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=11&subd=davinbintang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://davinbintang.wordpress.com/2008/04/18/program-pendidikan-inklusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdf27cb9444a3c5c3f50cc40b7e7dafb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">davin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>school time&#8230; (^_^)</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/04/18/school-time-_/</link>
		<comments>http://davinbintang.wordpress.com/2008/04/18/school-time-_/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 08:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>davinbintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anank tunarungu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Si kecil sudah memasuki usia pra sekolah ? Dan pilihan anda jatuh kepada preschool umum (bukan khusus) ? Inilah kesempatan emas bagi anda untuk membangun team work yang baik antara anda, guru-guru dan seluruh staff sekolah. Sikap positif dan dukungan penuh dari anda akan berpengaruh pada kelanjutan pendidikan buah hati anda.
 
Yang harus anda lakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=13&subd=davinbintang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:small;">Si kecil sudah memasuki usia pra sekolah ? Dan pilihan anda jatuh kepada preschool umum (bukan khusus) ? Inilah kesempatan emas bagi anda untuk membangun team work yang baik antara anda, guru-guru dan seluruh staff sekolah. Sikap positif dan dukungan penuh dari anda akan berpengaruh pada kelanjutan pendidikan buah hati anda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:small;">Yang harus anda lakukan adalah :</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span>mintalah waktu kepada pihak guru untuk menerangkan tentang alat bantu dengar kepada murid-murid lain. Tunjukkan kepada mereka mikrofon dan baterainya. Ini akan merupakan hal baru bagi anak-anak lain, bahkan mungkin juga bagi guru dan sekolahnya. Anak-anak kecil memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka akan tertarik untuk mengetahuinya. Anda harus melakukannya setiap tahun selama di preschool sampai dengan awal sekolah dasar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span>Berkomunikasi secara intensif dengan guru, baik secara langsung, melalui telepon, email, atau dengan perjanjian. Ketahui jadwal dan kurikulum yang digunakan oleh setiap guru. Ulangi setiap pelajaran dan kosa kata baru di rumah, untuk meyakinkan anda bahwa si kecil sudah mengerti dan bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Tanyakan langsung pada gurunya, dan ini sangat penting. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span>Menjadi sukarelawan di dalam kelas. Dengan meluangkan waktu seminggu sekali, sehari atau bahkan setengah hari, menjadi tenaga sukarela di dalam kelas, anda akan tahu apakah anak anda dapat berkomunikasi dengan baik dengan gurunya, dan bermain dengan baik dengan anak-anak lain. Apabila ada yang salah anda dapat mengkoreksinya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span>Pelajari lagu, puisi, doa atau permainan yang dipergunakan di sekolah. Ulangi setiap hari di rumah bersama dengan anak anda. Anak anda bukan hanya perlu berpartisipasi di sekolah dengan hafal teks lagu tapi juga perlu untuk mengerti arti dari teks tersebut. Nyanyikan bersama-sama. Buatlah menjadi kegiatan yang menyenangkan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-0.25in;margin:0 0 0 0.5in;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><span>Mengerti aturan dari permainan dan kegiatan di sekolah, dan mengulanginya di rumah bersama-sama dengan anak anda. Ia perlu untuk bisa berpartisipasi dalam permainan dengan cara mengetahui kata-kata yang digunakan, dan mengetahui bagaimana cara berkomunikasi dengan anak-anak lain ketika sedang bermain bersama. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"><strong><em><span>Andalah yang menentukan keberhasilan anak anda di sekolah.</span></em></strong><span> Keterlibatan anda, sikap positif anda, dan komunikasi dengan guru-guru dan murid-murid lain merupakan sumbangan anda untuk pengalaman akademik anak anda. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:small;">Semoga bermanfaat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:trebuchet ms;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:small;">By : Dion (Mama Menur) 11.04.2008 </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span><span style="font-family:trebuchet ms;font-size:small;">From : John Tracy Clinic</span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/davinbintang.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/davinbintang.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/davinbintang.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/davinbintang.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/davinbintang.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/davinbintang.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/davinbintang.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/davinbintang.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/davinbintang.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/davinbintang.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/davinbintang.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/davinbintang.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=13&subd=davinbintang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://davinbintang.wordpress.com/2008/04/18/school-time-_/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdf27cb9444a3c5c3f50cc40b7e7dafb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">davin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fase usia dengar anak</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/04/18/fase-usia-dengar-anak/</link>
		<comments>http://davinbintang.wordpress.com/2008/04/18/fase-usia-dengar-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 08:46:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>davinbintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[pedoman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[EDOMAN PERKEMBANGAN PENDENGARAN NORMAL
 
USIA REAKSI TERHADAP BUNYI
 
0-3  bln mata berkejap atau membuka perlahan, mengerutkan wajah, berhenti menyusu dan terkejut. 
4-6  bln mendengarkan suara, memutar kepala kesamping mencari sumber suara. Mulai mencari dari arah samping.
7 – 9  bln mencari dari arah samping.dan bawah telinga (cepat) dan kearah atas (lambat). 
9 – [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=12&subd=davinbintang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span style="font-family:Arial;">EDOMAN PERKEMBANGAN<span> </span>PENDENGARAN NORMAL</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><strong><span style="font-family:Arial;">USIA<span> </span>REAKSI TERHADAP BUNYI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;">0-3<span> </span><span> </span>bln<span> </span>mata berkejap atau membuka perlahan, mengerutkan wajah, berhenti menyusu dan terkejut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;">4-6<span> </span><span> </span>bln<span> </span>mendengarkan suara, memutar kepala kesamping mencari sumber suara. Mulai mencari dari arah samping.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;">7 – 9 <span> </span>bln<span> </span>mencari dari arah samping.dan bawah telinga (cepat) dan kearah atas (lambat). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;">9 – 12 <span> </span>bln<span> </span>mencari suara dari semua arah. Dapat menunjuk benda tertentu bila diminta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;">13 -18 <span> </span>bln <span> </span>mengerti sekitar 10 kata, dapat irama musik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;">19 &#8211; 24 <span> </span>bln<span> </span>mengerti paling kurang 20 kata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;">PEDOMAN PERKEMBANGAN<span> </span>BERBICARA/KATA-KATA<span> </span>NORMAL</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><strong><span style="font-family:Arial;">USIA<span> </span>REAKSI TERHADAP BUNYI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;">0 &#8211; 3<span> </span>bln<span> </span>Menangis, suara seperti berkumur (gargie) mengoceh tanpa makna (babbling)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;">4- 6<span> </span>bln<span> </span>ocehan lebih bermakna (laling).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;">7- 9<span> </span>bln<span> </span>mengerti bila namanya dipanggil, dapat menunjuk benda-benda yang dikenal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;">9-12<span> </span>bln<span> </span>meniru / mengulang suara yang didengarnya (meniru suara binatang). Menggunakan ekspresi wajah dan gerakan tangan dan mengerti instruksi sederhana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;">13 – 18 bln<span> </span>bicara yang sesungguhnya. Dapat menjawab pertanyaan dan mengerti instruksi sederhana. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;">19 – 24 bln<span> </span>Dapat merangkai dua kata atau lebih. Menggunakan “aku” pada awal kalimat yang menyatakan kepunyaannya. Dapat menyimak dan mengerti cerita sederhana.<span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-indent:-1in;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Sumber : THT FK UI, 2007</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/davinbintang.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/davinbintang.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/davinbintang.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/davinbintang.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/davinbintang.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/davinbintang.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/davinbintang.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/davinbintang.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/davinbintang.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/davinbintang.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/davinbintang.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/davinbintang.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=12&subd=davinbintang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://davinbintang.wordpress.com/2008/04/18/fase-usia-dengar-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdf27cb9444a3c5c3f50cc40b7e7dafb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">davin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LANGKAH AWAL DAN SEDERHANA MELATIH MENDENGAR DAN BICARA</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/16/langkah-awal-dan-sederhana-melatih-mendengar-dan-bicara/</link>
		<comments>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/16/langkah-awal-dan-sederhana-melatih-mendengar-dan-bicara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 01:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>davinbintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tunarungu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak yang dapat mendengar pada umumnya perlu untuk mendengar perkataan / percakapan selama satu tahun pertama sebelum dapat mengucapkan atau mengekspresikan kata-kata pertamanya. Anak-anak tuna rungu juga perlu untuk mendengarkan kata-kata / percakapan selama berbulan-bulan sebelum anda dapat mengharapkan anak anda untuk mengerti dan dapat mengucapkannya.
Berikut adalah hal-hal yang perlu anda perhatikan dalam menunjang anak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=10&subd=davinbintang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anak-anak yang dapat mendengar pada umumnya perlu untuk mendengar perkataan / percakapan selama satu tahun pertama sebelum dapat mengucapkan atau mengekspresikan kata-kata pertamanya. Anak-anak tuna rungu juga perlu untuk mendengarkan kata-kata / percakapan selama berbulan-bulan sebelum anda dapat mengharapkan anak anda untuk mengerti dan dapat mengucapkannya.</p>
<p>Berikut adalah hal-hal yang perlu anda perhatikan dalam menunjang anak anda dalam belajar mendengar dan berbicara :</p>
<p>1. Memakai alat bantu dengar selama anak anda bangun, sepanjang hari</p>
<p>Memakai alat bantu dengar adalah hal yang sangat penting bagi penyandang tuna rungu. Alat bantu dengar adalah sarana bagi anak tuna rungu untuk berhubungan dengan dunia yang penuh dengan berbagai suara, dan  sarana untuk dapat mendengarkan percakapan orang lain. </p>
<p>Anak-anak dapat berbicara karena mereka mendengar. Mereka belajar menirukan ucapan yang mereka dengar. Begitu juga dengan anak tuna rungu. Mereka juga belajar menirukan apa yang mereka dengar. Itulah sebabnya mengapa pemakaian alat bantu dengar sangat penting bagi penyandang tuna rungu.</p>
<p>Apabila anak anda belum mau memakai alat bantu dengar selama anak anda bangun, ini harus menjadi tujuan utama anda. Alat bantu dengar hanya dilepas ketika anak anda tidur atau ketika ia mandi atau melakukan kegiatan yang berhubungan dengan air.</p>
<p>2. Stimulasi untuk melatih pendengaran dan bicara anak anda</p>
<p>Setelah anak anda memakai alat bantu dengar, hal berikutnya yang harus anda lakukan adalah bicara, bicara, dan bicara dengan anak anda. Berapa banyak anda sudah mengajak anak anda bicara ? Seberapa sering anda melibatkan anak anda dalam kegiatan rutin sehari-hari ? </p>
<p>Segala sesuatu yang anda kerjakan, usahakan untuk melibatkan anak anda dalam kegiatan percakapan. Ini akan melatih anak anda untuk mengerti bahwa semua kegiatan selalu dilambangkan dengan percakapan. </p>
<p>Jangan lupa untuk mempelajari dan mencari tahu apa yang menarik bagi anak anda. Ini penting untuk membuat anak anda tetap tertarik dalam tertarik dalam percakapan. </p>
<p>Bicarakan segala kegiatan yang sedang berlangsung. Pada saat sedang makan, sedang memasak, mau pergi, bahkan pada saat menuang air minum. Misalnya : </p>
<p>“Adik mau makan, ya ? Ayo, ambil dulu piringnya.”</p>
<p>“Lihat, Papa sedang minum.”</p>
<p>“Ayo sikat gigi dulu. Sudah mau tidur.”</p>
<p>“Wah, susunya tumpah !”</p>
<p>Jangan lupa, bahwa anak normal mendengar sepanjang hari, berinteraksi dengan orang tua, pengasuh, saudara dan teman-temannya. Perkataan yang dapat mereka ucapkan mereka dapatkan karena terdengar selama berkali-kali. Sedangkan anak tuna rungu, walaupun dengan memakai alat sekalipun, tidak dapat mendengar dengan jernih sehingga tidak dapat belajar dengan mudah. Anak tuna rungu belajar dari kita, orang tuanya, karena kita mengajak mereka bercakap tentang kegiatan kita sehari-hari, tentang mainannya, pakaiannya, dan segala sesuatu yang menarik perhatiannya. </p>
<p>Hal penting lainnya adalah, tanyakanlah kepada anak kita apa yang dia mau. Segeralah memberi respons, apabila dia berusaha untuk menyampaikan / memberitahu sesuatu. Jangan lupa untuk memperbaiki ucapannya, sehingga dia tahu letak kesalahannya. Misalkan :</p>
<p>“Adik mau pakai baju warna putih atau biru ?” (sambil menunjukkan kedua bajunya).</p>
<p>“Bi – u” (Jika anak anda memimilih baju warna biru).</p>
<p>“Oh, Adik mau pakai baju warna biru.” (mencontohkan kalimat yang benar).</p>
<p>Jangan lupa memberi pujian atas ucapannya yang sudah benar.</p>
<p>Kemajuan anak kita juga bergantung kepada seberapa besar stimulasi yang kita berikan. Berikan waktu anda sebanyak mungkin bersamanya, dan libatkanlah dalam segala kegiatan dengan percakapan. Semoga anak-anak kita dapat tumbuh dengan sebaik mungkin.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/davinbintang.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/davinbintang.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/davinbintang.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/davinbintang.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/davinbintang.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/davinbintang.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/davinbintang.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/davinbintang.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/davinbintang.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/davinbintang.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/davinbintang.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/davinbintang.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=10&subd=davinbintang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/16/langkah-awal-dan-sederhana-melatih-mendengar-dan-bicara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdf27cb9444a3c5c3f50cc40b7e7dafb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">davin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbedaan antara Alat Bantu Dengar ANALOG dan DIGITAL</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/15/perbedaan-antara-alat-bantu-dengar-analog-dan-digital/</link>
		<comments>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/15/perbedaan-antara-alat-bantu-dengar-analog-dan-digital/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 01:53:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>davinbintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Hearing Aids]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi berkembang dengan pesat sesuai dengan jamannya, masih kita ingat perkembangan pemutar film berevolusi dari Beta &#38; VHS menjadi Laser Disc kemudian ukurannya diperkecil menjadi VCD lalu kualitas tampilan gambarnya dperbaiki menjadi DVD, belum kita puas dengan pemutar DVD sekarang sudah muncul yang lebih bagus lagi yaitu Blu-ray &#38; HD-DVD.
Begitu pula dengan Alat Bantu Dengar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=9&subd=davinbintang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Teknologi berkembang dengan pesat sesuai dengan jamannya, masih kita ingat perkembangan pemutar film berevolusi dari Beta &amp; VHS menjadi Laser Disc kemudian ukurannya diperkecil menjadi VCD lalu kualitas tampilan gambarnya dperbaiki menjadi DVD, belum kita puas dengan pemutar DVD sekarang sudah muncul yang lebih bagus lagi yaitu Blu-ray &amp; HD-DVD.</p>
<p>Begitu pula dengan Alat Bantu Dengar (“ABD”), perkembangannya pun sangat pesat malah melebihi yang kita kira, tahun 2003 masih banyak pengguna ABD berbentuk pocket, sekarang para beberapa authorized dealer ABD sudah tidak lagi menjual ABD model pocket, karena produk andalan mereka adalah bertipe digital. Salah satu alasan perkembangan teknologi berkembang sangat pesat karena kebutuhan pengguna teknologi sangat ingin untuk mendapatkan hasil yang maksimal serta berkualitas.</p>
<p>Cara kerja ABD analog adalah suara yang diterima oleh mikrofon langsung diperkeras oleh amplifier tanpa ada penyaringan, termasuk suara latar, suara bising, yang membuat si pengguna alat ini sulit untuk memfokuskan pada suara lawan bicaranya, yang seharusnya lebih dominan.</p>
<p>Sebagian besar ABD teknologi digital mempunyai 2 mikrofon bahkan ada yang 3 mikrofon, yang berfungsi untuk menangkap suara latar dan lawan bicara, beberapa ABD digital dapat secara otomatis memilih suara mana yang diinginkan menjadi lebih dominan, sudah tentu dengan beberapa pengaturan terlebih dahulu. Channel yang tersedia di ABD digital minimal mempunyai 4 channels sampai dengan 20 channels yang dapat diatur sesuai dengan hasil audiogram.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/davinbintang.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/davinbintang.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/davinbintang.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/davinbintang.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/davinbintang.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/davinbintang.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/davinbintang.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/davinbintang.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/davinbintang.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/davinbintang.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/davinbintang.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/davinbintang.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=9&subd=davinbintang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/15/perbedaan-antara-alat-bantu-dengar-analog-dan-digital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdf27cb9444a3c5c3f50cc40b7e7dafb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">davin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Gangguan Pendengaran Bisa Mempengaruhi Hidup Seorang Anak?</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/08/bagaimana-gangguan-pendengaran-bisa-mempengaruhi-hidup-seorang-anak/</link>
		<comments>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/08/bagaimana-gangguan-pendengaran-bisa-mempengaruhi-hidup-seorang-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 15:39:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>davinbintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tunarungu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Anak-anak memiliki harapan, mimpi dan cita-cita. 
Ketika mengetahui bahwa anak kita mengalami gangguan pendengaran, kebanyakan orang tua cemas dan putus asa. Seringkali hal ini terjadi karena mereka tidak mengetahui apakah itu atau harus berbuat apa. 
Namun, dengan bantuan dari teman-teman dan keluarga, anak-anak dengan gangguan pendengaran akan mampu hidup aktif, penuh kegembiraan seperti orang lain. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=8&subd=davinbintang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anak-anak memiliki harapan, mimpi dan cita-cita. </p>
<p>Ketika mengetahui bahwa anak kita mengalami gangguan pendengaran, kebanyakan orang tua cemas dan putus asa. Seringkali hal ini terjadi karena mereka tidak mengetahui apakah itu atau harus berbuat apa. </p>
<p>Namun, dengan bantuan dari teman-teman dan keluarga, anak-anak dengan gangguan pendengaran akan mampu hidup aktif, penuh kegembiraan seperti orang lain. Gangguan pendengaran tidak membatasi pengembangan dan kemampuan seorang anak untuk berkomunikasi, hidup bermasyarakat dan belajar.</p>
<p>Tumbuh Dewasa </p>
<p>Kebanyakan orang berpikir bahwa masa kanak-kanak adalah masa yang paling indah dan terbaik dalam hidup. Namun, banyak juga anak-anak yang menganggap bahwa itu adalah masa yang sulit. Anak-anak yang sejak lahir mengalami gangguan pendengaan, masa kanak-kanak mereka akan lebih sulit dibanding anak-anak tanpa gangguan pendengaran.</p>
<p>Sebagai orangtua, banyak yang dapat dilakukan untuk membantu si anak. Gangguan pendengaran semestinya tidak membatasi kemampuan si anak untuk berkomunikasi, hidup bermasyarakat dan belajar. Alat bantu dengar yang ada sekarang jauh lebih baik dibanding bertahun-tahun yang lalu dan bahkan anak-anak dengan gangguan pendengaran yang sangat berat dapat memperoleh manfaat dengan menggunakan alat bantu dengar.</p>
<p>Setiap anak dengan atau tanpa gangguan pendengaran bersifat unik. Tantangan yang sangat besar di hadapan Anda, dan anda juga akan belajar bagaimana cara terbaik mendukung anak Anda. Jangan ragu-ragu untuk bertanya kepada guru, audiologists dan para profesional lain untuk informasi dan bantuan. Cinta, penerimaan dan dorongan untuk anak Anda, sangat besar artinya.</p>
<p>Berkomunikasi </p>
<p>Komunikasi adalah suatu bagian penting dalam hidup. Dengan berkomunikasi, kita berbagi informasi dengan orang lain, berbicara dan mendengarkan.<br />
Anak-anak belajar berkomunikasi sejak saat mereka dilahirkan. Mereka mendengarkan dan mereka dapat mengenali suara orang tua mereka. Mereka juga belajar berbicara dengan meniru, bunyi-bunyi yang mereka mendengar. Anak-anak dengan gangguan pendengaran akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, karena mereka tidak bisa mendengar semua atau sebagian dari bunyi-bunyi di sekitarnya, termasuk suara mereka sendiri.</p>
<p>Seorang anak dengan gangguan pendengaran, pengembangan bahasanya akan sering kali tertunda. Bagaimanapun, anak-anak dengan dengan gangguan pendengaran mulai dari yang ringan, sedang dan berat, dapat belajar berkomunikasi sehingga cara bicaranya dapat dimengerti. Riset sudah menunjukkan bahwa bahkan anak-anak dengan gangguan pendengaran yang berat dapat belajar berbicara. Semakin cepat diketahui dan ditangani, akan semakin baik. Beruntunglah, anak-anak dengan gangguan pendengaran yang berat yang diketahui sejak awal karena tanda-tanda dari mereka mengalami gangguan pendengaran lebih nyata dibanding dengan gangguan pendengaran yang ringan. Anak-anak dengan gangguan pendengaran yang berat dapat juga belajar berkomunikasi dengan menggunakan bahasa isyarat.</p>
<p>Hidup Bermasyarakat </p>
<p>Hidup bermasyarakat dan memainkan satu peran adalah penting di dalam hidup kita. Dengan mengembangkan hubungan sosial yang baik, menjadikan kita mudah bergaul dan kita lebih menghargai dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Anak-anak mulai belajar bersosialisasi pada saat mereka kecil. Mereka terus melihat dan menirukan tindakan orang tua mereka, keluarga dan teman-teman. Ketika mereka lebih besar lagi, mereka bersosialisasi dengan bermain bersama-sama dengan anak-anak yang lain. </p>
<p>Anak-anak dengan gangguan pendengaran biasanya tidak mempunyai kesukaran dalam bersosialisasi. Kemampuan seorang anak untuk mengembangkan sosialisasi ini akan tergantung pada derajat tingkat gangguan pendengaran, usia dan waktu hasil diagnosa, protokol perawatan dan kepribadian. </p>
<p>Anak-anak berkembang dengan cara yang berbeda dan orang tua akan cemas bagaimana caranya membesarkan mereka secara benar. Sebagai orangtua dari anak dengan gangguan pendengaran, ini merupakan tantangan anda. Bagaimanapun, kebanyakan orang tua mengharapkan anaknya akan tumbuh sama dengan anak yang sama usianya tanpa gangguan pendengaran. </p>
<p>Banyak orang tua dari anak dengan gangguan pendengaran, sulit untuk tidak overprotective. Bagaimanapun, penting untuk mempersiapkan seorang anak dengan gangguan pendengaran menghadapi dunia nyata. Seorang anak dengan gangguan pendengaran harus disertakan dalam aktivitas sehari-hari dalam rumah tangga dan haruslah ditekankan bahwa anakmu adalah anggota keluarga di mana setiap orang mempunyai peran sendiri. Anak dengan gangguan pendengaran harus menjadi orang yang kuat, percaya kepada diri sendiri dan mandiri meskipun ada kekurangan mereka secara fisik. </p>
<p>Belajar </p>
<p>Pelajaran adalah satu proses yang berkelanjutan. Dari lahir, kita belajar dengan pengamatan dan menirukan orang tua kita, saudara dan teman-teman. Kemudian, ketika kita sekolah-sekolah, bekerja dan proses pelajaran berlanjut. Anak-anak dengan gangguan pendengaran mempunyai kemampuan yang sama untuk hidup produktif seperti anak-anak tanpa gangguan pendengaran. Satu-satunya perbedaan adalah mereka memerlukan tambahan untuk mendukung ketika belajar. </p>
<p>Anak-anak normal dapat mengambil semua jenis informasi sangat dengan mudah. Namun, seorang anak dengan gangguan pendengaran mungkin perlu untuk memiliki berbagai hal dengan lebih seksama menjelaskannya. Sebagai contoh, anda bisa menjelaskan kepada anak anda apa yang sedang Anda rencanakan hari ini, di mana Anda akan berbelanja, apa yang akan Anda beli, atau yang akan Anda kunjungi. Dengan menjelaskan situasi-situasi ini, anda dapat membantu anak Anda untuk lebih siap untuk hari ini. </p>
<p>Anak-anak dengan gangguan pendengaran memerlukan waktu lebih banyak untuk belajar kata-kata dan konsep-konsep baru. Bisa jadi dengan mudah mengajar mereka tentang suatu objek, tetapi mengajarkan berbagai hal abstrak akan memerlukan waktu lebih banyak lagi. Dan dapat menimbulkan kesalahpahaman dan kebingungan. Kadang-kadang mereka mengambil mengartikan suatu hal terlalu harfiah atau overgeneralize. Konsep waktu dapat sangat susah untuk dipahami, mungkin Anda harus menemukan  cara yang berbeda untuk menjelaskan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun kepada mereka. </p>
<p>Ketika anakmu bertemu dengan orang lain adalah penting untuk tidak menjadi interpreter atau memberi jawaban untuk mereka. Ketika menjelaskan informasi, cobalah untuk menggunakan kalimat-kalimat pendek dan jelas. Satu-satunya cara untuk mendorong mereka untuk mengembangkan bahasa lisan adalah membiasakan bicara dan jadilah contoh yang baik untuk anakmu. </p>
<p>Kesempatan Belajar</p>
<p>Contoh-contoh di bawah ini berguna untuk kesempatan belajar bagi anak anda :<br />
• Cobalah untuk melibatkan anak Anda dalam pekerjaan-pekerjaan, seperti memperbaiki ban sepeda. Sebutkan bagian-bagian sepeda dan jelaskan fungsinya. Anda sebaiknya menjelaskan apa yang sedang Anda lakukan dan mengapa Anda harus menyelesaikan pekerjaan itu. </p>
<p>• Ketika sedang menyiapkan hidangan untuk makan, bicarakan tentang bahan-bahan yang dipakai dan asalnya dari mana. Anda dapat tunjukkan atau menggambarkan untuk membantu anak Anda mengerti hubungan telur dan ayam, tepung dan jagung dan daging yang  berasal dari berbagai binatang. </p>
<p>• Bermain gambar juga sangat efektif untuk menjelaskan tentang suatu objek, konsep dan bahasa. </p>
<p>• Ketika Anda pergi berjalan kaki atau naik mobil, Anda dapat menunjukkan dan menjelaskan hal-hal yang Anda lihat ketika melewatinya. </p>
<p>• Sebelum berbelanja, ambil barang yang akan dibeli sesuai dengan daftar belanja. Gambar jika perlu. Biarkan anak Anda mencari barang-barang yang berbeda di rak. </p>
<p>• Menonton video bersama tentang acara anak-anak, binatang atau alam. Ketika Anda menonton bersama, pergunakan kesempatan untuk menjelaskan dan mendiskusikan yang anda tonton. </p>
<p>• Menjelang tidur, bacalah buku. Hal ini membantu mengembangkan bahasa dan menyediakan informasi dan meningkatkan minat anak Anda dalam membaca dan mencari informasi. </p>
<p>Bagaimana Anda Dapat Membantu Anak Anda</p>
<p>Anda dapat membantu dan mendukung anak Anda melalui berbagai cara. Cara terbaik dengan memberi kasih dan penerimaan. Cara penting yang lainnya adalah cara menghadapi anak Anda dengan benar. </p>
<p>Dewasa ini alat bantu dengar sudah berteknologi tinggi, terus menerus diperbaiki agar dapt menghasilkan mutu bunyi yang lebih baik, kenyamanan mendengarkan dan pemahaman cara orang bicara. Maka kebanyakan anak-anak dapat mengambil manfaat dengan menggunakan alat bantu dengar.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/davinbintang.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/davinbintang.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/davinbintang.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/davinbintang.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/davinbintang.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/davinbintang.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/davinbintang.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/davinbintang.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/davinbintang.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/davinbintang.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/davinbintang.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/davinbintang.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=8&subd=davinbintang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/08/bagaimana-gangguan-pendengaran-bisa-mempengaruhi-hidup-seorang-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdf27cb9444a3c5c3f50cc40b7e7dafb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">davin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Tuna Rungu bisa disembuhkan lewat Pengobatan Alternatif?</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/07/apakah-tuna-rungu-bisa-disembuhkan-lewat-pengobatan-alternatif/</link>
		<comments>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/07/apakah-tuna-rungu-bisa-disembuhkan-lewat-pengobatan-alternatif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 01:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>davinbintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tunarungu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang tua pasti tidak pernah membayangkan dan mempersiapkan diri bahwa mereka akan memiliki anak yang tuna rungu. Namun, bila Yang Kuasa berkehendak lain, apakah bisa menolaknya? Menerima kenyataan memiliki anak tuna rungu bukan lah hal mudah. Sedih, marah, malu, kecewa, bingung dan protes mengapa harus kami…? Tidak tahu harus bagaimana dan mencari solusi bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=7&subd=davinbintang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setiap orang tua pasti tidak pernah membayangkan dan mempersiapkan diri bahwa mereka akan memiliki anak yang tuna rungu. Namun, bila Yang Kuasa berkehendak lain, apakah bisa menolaknya? Menerima kenyataan memiliki anak tuna rungu bukan lah hal mudah. Sedih, marah, malu, kecewa, bingung dan protes mengapa harus kami…? Tidak tahu harus bagaimana dan mencari solusi bagaimana agar si anak dapat mendengar. </p>
<p>Setelah menjalani berbagai tes pendengaran, dianjurkan untuk untuk memakai alat Bantu dengar. Apa sih alat bantu dengar itu? Bagaimana bentuknya? </p>
<p>Apakah tuna rungu tidak dapat disembuhkan? Tidak sedikit orang tua yang menjalani pengobatan alternative untuk mencari penyembuhan, seperti antara lain: pemijatan, akupuntur, kerok lidah dan lain-lain. Banyak kasus hal tersebut tidak membuahkan hasil. Hanya dengan keajaiban dari Yang Kuasa yang dapat memberikan penyembuhan bagi seorang anak tuna rungu dapat mendengar kembali, karena belum pernah ada kasus nyata seorang anak tuna rungu dapat disembuhkan lewat pengobatan alternatif.</p>
<p>Kenyataan yang sebaiknya dilakukan di dalam menangani anak tuna rungu adalah memberikan fasilitas untuk menunjang pendengarannya. </p>
<p>Hal ini dapat dilakukan dengan cara:<br />
1. Implan rumah siput (cochlear implant)<br />
2. Penggunaan Alat Bantu Dengar</p>
<p>Langkah selanjutnya setelah salah satu jalan tersebut diambil adalah memaksimalkan penggunaannya serta meningkatkan kemampuan komunikasi secara verbal dengan menjalani terapi sesuai dengan kebutuhan anak seperti:<br />
1. Terapi Wicara<br />
2. Terapi Mendengar</p>
<p>Banyak faktor yang mendukung seorang anak tuna rungu dapat berkomunikasi, berbicara dan bersosialisasi dengan baik, yaitu faktor waktu (usia), sejak si anak menggunakan alat bantu dengar dan intensitas pemakaian alat bantu dengar.</p>
<p>Selain hal-hal tersebut di atas, banyak faktor lain yang memberikan pengaruh besar dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak tuna rungu seperti: dukungan keluarga, dukungan lingkungan, sekolah dan lain-lain.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/davinbintang.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/davinbintang.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/davinbintang.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/davinbintang.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/davinbintang.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/davinbintang.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/davinbintang.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/davinbintang.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/davinbintang.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/davinbintang.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/davinbintang.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/davinbintang.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=davinbintang.wordpress.com&blog=3052547&post=7&subd=davinbintang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/07/apakah-tuna-rungu-bisa-disembuhkan-lewat-pengobatan-alternatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bdf27cb9444a3c5c3f50cc40b7e7dafb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">davin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>