<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Tanggapan untuk Dunia Davin</title>
	<atom:link href="http://davinbintang.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://davinbintang.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Feb 2009 02:32:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di LANGKAH AWAL DAN SEDERHANA MELATIH MENDENGAR DAN BICARA oleh mama kinkin</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/16/langkah-awal-dan-sederhana-melatih-mendengar-dan-bicara/#comment-13</link>
		<dc:creator>mama kinkin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 02:32:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=10#comment-13</guid>
		<description>Terima kasih artikelnya membantu.putri saya, kinkin, sekarang sudah 4 tahun 7 bulan.Dia sudah sekolah di sebuah sekolah khusus tuna rungu di Yogyakarta.Sampai sekarang dia belum mau menggunakan ADBnya secara teratur (kecuali di awal-awal masuk sekolah karena teman2nya juga memakainya). Perkembangan bahasa ekspresifnya lebih dari 50 an kata, termasuk kata-kata abstrak seperti maaf, makasih, lupa, cantik dll. Bagaimana tipsnya agar dia mau menggunakan ADB? Selain itu karena disekolahnya juga tidak memberikan terapi wicara dan auditory secara maksimal, apakah bisa juga diberikan kiat-kiat yang bisa dilakukan orang tua seperti saya untuk diterapkan pada Kinkin? terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih artikelnya membantu.putri saya, kinkin, sekarang sudah 4 tahun 7 bulan.Dia sudah sekolah di sebuah sekolah khusus tuna rungu di Yogyakarta.Sampai sekarang dia belum mau menggunakan ADBnya secara teratur (kecuali di awal-awal masuk sekolah karena teman2nya juga memakainya). Perkembangan bahasa ekspresifnya lebih dari 50 an kata, termasuk kata-kata abstrak seperti maaf, makasih, lupa, cantik dll. Bagaimana tipsnya agar dia mau menggunakan ADB? Selain itu karena disekolahnya juga tidak memberikan terapi wicara dan auditory secara maksimal, apakah bisa juga diberikan kiat-kiat yang bisa dilakukan orang tua seperti saya untuk diterapkan pada Kinkin? terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Program Pendidikan Inklusi oleh dyah</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/04/18/program-pendidikan-inklusi/#comment-12</link>
		<dc:creator>dyah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 10:27:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=11#comment-12</guid>
		<description>aslm
ada satu pertanyaan saya,apakah pendidikan inklusi sekarang ini sudah berjalan sesuai dengan harapan?
wasl</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aslm<br />
ada satu pertanyaan saya,apakah pendidikan inklusi sekarang ini sudah berjalan sesuai dengan harapan?<br />
wasl</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Bagaimana Gangguan Pendengaran Bisa Mempengaruhi Hidup Seorang Anak? oleh serano</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/08/bagaimana-gangguan-pendengaran-bisa-mempengaruhi-hidup-seorang-anak/#comment-10</link>
		<dc:creator>serano</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 10:00:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=8#comment-10</guid>
		<description>Terima kasih banyak atas artikel yang sangat bermakna ini.
salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terima kasih banyak atas artikel yang sangat bermakna ini.<br />
salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Bagaimana Gangguan Pendengaran Bisa Mempengaruhi Hidup Seorang Anak? oleh serano</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/03/08/bagaimana-gangguan-pendengaran-bisa-mempengaruhi-hidup-seorang-anak/#comment-9</link>
		<dc:creator>serano</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Oct 2008 09:59:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=8#comment-9</guid>
		<description>ABD sangat membantu sekali bagi anak2 dengan gangguan dengar. CI bahkan lebih besar lagi hasilnya dan bagaikan itu sebuah miracle. Namun saya kira, dengan memasang ADB dan melakukan CI hanya memaksa anak2 dengan gangguan dengar untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat mereka lakukan. memang itu sangat tergantung penanganan yang diberikan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ABD sangat membantu sekali bagi anak2 dengan gangguan dengar. CI bahkan lebih besar lagi hasilnya dan bagaikan itu sebuah miracle. Namun saya kira, dengan memasang ADB dan melakukan CI hanya memaksa anak2 dengan gangguan dengar untuk melakukan sesuatu yang tidak dapat mereka lakukan. memang itu sangat tergantung penanganan yang diberikan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Program Pendidikan Inklusi oleh rozarumaisho</title>
		<link>http://davinbintang.wordpress.com/2008/04/18/program-pendidikan-inklusi/#comment-3</link>
		<dc:creator>rozarumaisho</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 03:30:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://davinbintang.wordpress.com/?p=11#comment-3</guid>
		<description>Memang masalah yang sering timbul kalau anak-anak disekolahkan di SLB yaitu menirunya. Anak-anak kan suka meniru, jadi pada saat dia liat dan dengar temannya berbicara walaupun salah pengucapannya maka diikutilah. Selama guru maupun ortu tidak memperbaiki berarti yang dia ucapkan benar. Perlu sekali pendampingan di sekolah inklusi, untuk mempermudah anak memahami materi yang disampaikan di sekolah. Makasih ya Bubu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang masalah yang sering timbul kalau anak-anak disekolahkan di SLB yaitu menirunya. Anak-anak kan suka meniru, jadi pada saat dia liat dan dengar temannya berbicara walaupun salah pengucapannya maka diikutilah. Selama guru maupun ortu tidak memperbaiki berarti yang dia ucapkan benar. Perlu sekali pendampingan di sekolah inklusi, untuk mempermudah anak memahami materi yang disampaikan di sekolah. Makasih ya Bubu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
