Perbedaan antara Alat Bantu Dengar ANALOG dan DIGITAL
Teknologi berkembang dengan pesat sesuai dengan jamannya, masih kita ingat perkembangan pemutar film berevolusi dari Beta & VHS menjadi Laser Disc kemudian ukurannya diperkecil menjadi VCD lalu kualitas tampilan gambarnya dperbaiki menjadi DVD, belum kita puas dengan pemutar DVD sekarang sudah muncul yang lebih bagus lagi yaitu Blu-ray & HD-DVD.
Begitu pula dengan Alat Bantu Dengar (“ABD”), perkembangannya pun sangat pesat malah melebihi yang kita kira, tahun 2003 masih banyak pengguna ABD berbentuk pocket, sekarang para beberapa authorized dealer ABD sudah tidak lagi menjual ABD model pocket, karena produk andalan mereka adalah bertipe digital. Salah satu alasan perkembangan teknologi berkembang sangat pesat karena kebutuhan pengguna teknologi sangat ingin untuk mendapatkan hasil yang maksimal serta berkualitas.
Cara kerja ABD analog adalah suara yang diterima oleh mikrofon langsung diperkeras oleh amplifier tanpa ada penyaringan, termasuk suara latar, suara bising, yang membuat si pengguna alat ini sulit untuk memfokuskan pada suara lawan bicaranya, yang seharusnya lebih dominan.
Sebagian besar ABD teknologi digital mempunyai 2 mikrofon bahkan ada yang 3 mikrofon, yang berfungsi untuk menangkap suara latar dan lawan bicara, beberapa ABD digital dapat secara otomatis memilih suara mana yang diinginkan menjadi lebih dominan, sudah tentu dengan beberapa pengaturan terlebih dahulu. Channel yang tersedia di ABD digital minimal mempunyai 4 channels sampai dengan 20 channels yang dapat diatur sesuai dengan hasil audiogram.
Belum ada komentar.
Tinggalkan sebuah tanggapan
-
Terkini
- 10 MITOS ttg ALAT BANTU DENGAR
- MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENDENGAR ANAK PASKA MENGGUNAKAN ABD
- Terapi Musik Bagi Untuk Tuna Rungu
- Program Pendidikan Inklusi
- school time… (^_^)
- Fase usia dengar anak
- LANGKAH AWAL DAN SEDERHANA MELATIH MENDENGAR DAN BICARA
- Perbedaan antara Alat Bantu Dengar ANALOG dan DIGITAL
- Bagaimana Gangguan Pendengaran Bisa Mempengaruhi Hidup Seorang Anak?
- Apakah Tuna Rungu bisa disembuhkan lewat Pengobatan Alternatif?
- Accepting that your child has a hearing loss
-
Taut
-
Arsip
- Desember 2008 (2)
- Juni 2008 (1)
- April 2008 (3)
- Maret 2008 (5)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS